Pages

Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Agustus 2015

‘Power Nap’ Tidur Siang Sejenak Di Sela-sela Jam Kerja, Efektif Meningkatkan Produktivitas

Tidur siang di sela-sela jam kerja, bisa meningkatkan mood positif, mengurangi stres dan meningkatkan produktivitas.

vauzee.com – Mencuri sedikit waktu untuk menyempatkan diri tidur siang di sela-sela jam kerja kadang dianggap sebagai pemalas atau buang-buang waktu yang seharusnya lebih efektif untuk bekerja. Namun ternyata, tidur siang sejenak saat jam kerja malah bermanfaat untuk membantu produktivitas kerja.

 

 Power nap’ adalah istilah yang digunakan untuk kegiatan tidur siang di saat jam kerja. Tidur siang yang efektif tidak terlalu lama antara 15 hingga 20 menit saja. Tidur siang singkat ini bahkan dikatakan mampu mengatasi kantuk sepanjang sisa waktu kerja hari itu.
Tidur siang sejenak ini terbukti menurunkan risiko kecelakaan bagi pengemudi, meningkatkan konsentrasi bagi pekerja yang butuh ketelitian tinggi serta menjaga performa dan kesiagaan pekerja secara umum. Power nap bisa dimanfaatkan untuk mengumpulkan energi, yang muaranya tentu saja produktivitas kerja para pekerja pun meningkat.

Berikut beberapa tips agar mendapatkan tidur siang singkat berkualitas di saat jam kerja seperti dikutip dari Detik.
1. Jangan Terlalu Lama
Tidur siang yang efektif maksimal 20 menit saja. Durasi tidur yang lebih lama dari 20 menit, bisa dikategorikan tidur yang lebih dalam. Efek tidur siang terlalu lama malah membuat kepala terasa pening saat bangun.
Tidur siang yang melebihi batasan 20 menit, juga bisa menganggu fase tidur saat malam hari. Kualitas tidur siang atau power nap yang baik justru kurang dari 20 menit.
2. Perhatikan Lingkungan
Jangan tidur di meja kerja, karena tidur siang yang berkualitas tetap harus memperhatikan lingkungan di sekitar. Sebaiknya pilih tempat tidur siang yang nyaman dan sunyi serta sedikit gelap dan sejuk.
Usahakan tidur rebah seperti halnya posisi tidur yang biasa dilakukan, atau jika sulit tidur duduk namun bersandar dengan nyaman. Jangan tidur menunduk dengan bertumpu pada tangan karena bisa menyebabkan pegal pada leher dan punggung. Para pekerja di tanah air banyak yang memanfaatkan masjid atau musholla untuk tidur siang sejenak ini.
3. Waktu Tidur
Waktu tidur siang yang paling ideal adalah sebelum jam 2 siang. Tidur siang setelah waktu itu malah bisa mengganggu siklus tidur saat malam tiba.
Waktu yang paling baik adalah memanfaatkan waktu istirahat siang untuk mendapatkan power nap ini. Saat istiharat siang, selain memanfaatkannya untuk mengisi energi dengan makan siang dan sholat dhuhur, Anda bisa juga manfaatkan waktu ini untuk ‘charging’ energi dengan tidur siang selama 15-20 menit.

Rabu, 12 Agustus 2015

Inilah Bahayanya Sarapan Dengan ‘Duet Maut’ Kopi + Gorengan

Minum kopi dibarengi dengan makanan berminyak bisa memicu lonjakan gula darah

vauzee.com – Sebagian orang tidak bisa meninggalkan ‘ritual’ minum kopi pagi-pagi. Mereka rela tidak sarapan asalkan sudah meminum secangkir kopi. Namun ada sebagian lainnya yang ngopi pagi ditemani dengan gorengan, entah itu pisang goreng atau tahu goreng. Kebiasaan mengkonsumsi kopi dibarengi dengan makanan berminyak sangat tidak disarankan.

 kopi dan gorengan

Penelitian dari University of Guelph mengungkap bahwa minum kopi disertai dengan menyantap makanan berminyak bisa memicu peningkatan gula darah secara berlipat. Makanan dan minuman itu menyulitkan tubuh untuk membersihkan gula dari dalam darah.
Makanan berminyak diketahui mengandung lemak jenuh yang membuat tubuh kesulitan untuk membersihkan gula dari darah. Konsumsi minuman kopi, apalagi yang manis, menambah kesulitan tubuh untuk proses pembersihan gula, meskipun kopi tersebut diminum beberapa jam setelah menyantap gorengan.
Studi yang melibatkan beberapa peserta ini membuat dua skenario. Pertama membagi 2 kelompok dengan arahan kepada kelompok pertama untuk mengkonsumsi makanan berminyak, sementara kelompok kedua tidak melakukannya. Kedua kelompok lalu diminta untuk meminum minuman manis 6 jam kemudian.
Hasilnya kelompok pertama yang mengkonsumsi makanan berminyak, gula darahnya 32 persen lebih tinggi daripada kelompok kedua. Diketahui kelompok pertama ini tubuhnya kurang dapat memproduksi insulin yang berfungsi untuk menghilangkan gula dari darah.
Skenario kedua dari penelitian ini, peserta diminta untuk meminum 2 cangkir kopi, 5 jam setelah mengkonsumsi makanan berminyak serta minuman manis. Kadar gula dalam darah peserta yang melakukan tes ini meningkat hingga 65 persen. Hal ini menunjukkan efek dari makanan tinggi lemak seperti gorengan terus berlangsung hingga berjam-jam kemudian.
Kesulitan tubuh menghancurkan gula meningkatkan risiko diabetes, kerusakan arteri, dan penyakit jantung. Demikian penuturan Marie-Soleil Beaudoin dan Terry Graham, peneliti dari University of Guelph, seperti dilansir the globe and mail. [via Republika]

Senin, 06 Juli 2015

Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 9 - 12 Bulan

Oleh : dr. Salma Oktaria
Hampir genap sang buah hati akan berumur satu tahun. Kini kemampuannya semakin meningkat seiring kemampuan motorik dan stimulasinya mengalami perkembangan. Pada retang masa umur 9-12 bulan si kecil sudah menunjukkan beberapa aktifitas: 
 
      • Mengangkat badannya ke posisi berdiri
      • Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan pada kursi
      • Dapat berjalan dengan dituntun
      • Mengulurkan lengan / badan untuk meraih mainan yang diinginkan
      • Menggenggam erat pensil
      • Memasukkan benda ke mulut
      • Mengulang menirukan bunyi yang didengar
      • Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
      • Mengeksplorasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja
      • Bereaksi terhadap suara yang perlahan atau bisikan
      • Senang diajak bermain ”CILUK BA”
      • Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal.


Perkembangan Motorik atau Gerak Kasar
Lanjutkan stimulasi merangkak, menarik ke posisi berdiri, berjalan sambil berpegangan, dan berjalan dengan bantuan. (baca: Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 6-9 bulan)
Bermain bola
Ajak bayi bermain bola. Gelindingkan bola ke arahnya dan usahakan agar ia menggelindingkan bola atau memukulnya kembali ke arah anda. Bola besar akan lebih mudah untuk bermain pertama kali. Berangsur-angsur bermain bola dengan berbagai ukuran, jangan gunakan bola yang terlalu kecil sehingga dapat ditelan dan menyebabkan tersedak. Jangan memakai balon.

Membungkuk
Jika bayi sudah bisa berdiri, letakkan sebuah mainan di lantai. Ajak agar ia mau membungkuk dan mengambil mainan itu tanpa berpegangan. Mula-mula mungkin bayi perlu dibantu.

Berjalan sendiri
Bantu bayi agar mau berjalan beberapa langkah tanpa berpegangan. Buat permainan seperti meminta bayi berjalan ke pelukan anda untuk mendapatkan dekapan atau mainan yang disukainya. Beri pujian bila bayi mau berjalan beberapa langkah. Bila bayi belum siap berjalan, tunggu beberapa hari dan coba lagi.

Naik tangga
Tunjukkan kepada bayi cara naik tangga dengan merangkak, kemudian biarkan ia menuruni tangga dengan melangkahkan kakinya. Gunakan tangga yang rendah dan bayi jangan ditinggal sendirian.

Perkembangan Motorik atau Gerak Halus
Lanjutkan stimulasi memasukkan benda ke dalam wadah, bermain dengan mainan yang mengapung di air. (baca: Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 6-9 bulan)
Menyusun balok/kotak
Ajari bayi menyusun beberapa balok/kotak besar. Balok/kotak dapat dibuat dari karton atau potonganpotongan kayu bekas. Benda lain yang bisa dipakai adalah beberapa kaleng kecil (kosong) atau mainan anak berbentuk kubus/balok.


Menggambar
Letakkan krayon/pinsil berwarna dan kertas di meja. Ajak bayi “menggambar” dengan krayon atau pinsil berwarna. Kegiatan menggambar ini dapat dilakukan bersamaan dengan anda menge6akan tugas rumah tangga.

Bermain di dapur
Biarkan bayi bermain di dapur ketika anda sedang memasak. Pilih lokasi yang jauh dari kompor dan letakkan sebuah kotak tempat menyimpan mainan alai memasak dari plastik atau bends-bends yang ads di dapur seperti gelas, mangkuk, sendok, tutup gelas dari plastik.

Perkembangan Aspek Bicara dan Bahasa
Lanjutkan stimulasi berbicara, menjawab pertanyaan, dan menyebutkan nama gambar-gambar di bukul majalah. (baca: Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 6-9 bulan)
Menirukan kata-kata.
Setiap had bicara kepada bayi. Sebutkan kata-kata yang telah diketahui artinya seperti: minum susu, mandi, tidur, kue, makan, kucing dan lain-lain. Buat agar bayi mau meniru kata-kata tersebut. Bila bayi mau mengatakannya, puji ia, kemudian sebutkan kata itu lagi dan buat agar ia mau mengulanginya.

Berbicara dengan boneka.
Beli sebuah boneka atau buat boneka mainan dari sarung tangan atau kaos kaki yang digambad dengan pens menyerupai bentuk wajah. Berpura-pura bahwa boneka itu yang berbicara kepada bayi dan buat agar bayi mau berbicara kembali dengan boneka itu.
Bersenandung dan bernyanyi.
Nyanyikan lagu dan bacakan syair anak kepada bayi sesering mungkin

Perkembangan Aspek Sosialisasi dan Kemandirian
Lanjutkan stimulasi memberi rasa aman dan kasih sayang, mengajak bayi tersenyum, mengayun bayi, menina-bobokkan bayi, bermain “Ciluk-ba”, dan permainan “bersosialisasi” (baca: Perkembangan & Stimulasi Anak Usia 6-9 bulan)
Minum sendiri dari sebuah cangkir.
Bantu bayi memegang cangkir dan minum dari cangkir tersebut. Pilih cangkir plastik tertutup dengan lubang mulut dapat dipakai untuk tahap awal, isi cangkir dengan air sedikit agar tidak tumpah.

Makan bersama-sama.
Ajak bayi makan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya. Bayi duduk dekat dengan yang lainnya dan makan makanannya (makanan bayi umur 9-12 bulan berbeda dengan makanan keluarga).

Menarik mainan yang letaknya agak jauh.
Ajari bayi untuk mengambil sendiri mainan yang letaknya agak jauh dengan cara meraih, menarik, ataupun mendorong badannya supaya dekat dengan mainan tersebut. Letakkan mainan yang bertali agak jauh, ajari bayi cara menarik tali untuk mendapatkan mainan tersebut. Simpan mainan bertali tersebut jika anda tidak dapat mengawasi bayi anda.

Mengapa Tubuh Lemas Saat Berpuasa?

Seringkah Anda merasa lemas dan letih saat berpuasa, padahal Anda sedang tidak melakukan apa pun? 

 
KlikDokter.com – Lemas merupakan keluhan yang bisa terjadi pada orang yang berpuasa. Namun, kekurangan energi yang berlebihan tidak hanya disebabkan oleh minimnya nutrisi yang masuk. Bisa saja Anda merasa lesu karena pola makan Anda ketika sahur, atau jam tidur Anda yang berantakan selama berpuasa. Berikut adalah beberapa hal yang dapat membuat tubuh Anda lemas saat berpuasa:
  1. Makanan yang Tidak Bergizi
    Kondisi tubuh yang lemas bisa diakibatkan oleh menu makan yang kurang sehat saat sahur. Perlu diketahui, makanan manis akan membuat tubuh melepaskan insulin dengan cepat, sehingga memicu rasa cepat lapar. Fungsi insulin adalah memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh, serta berguna sebagai sumber energi.
  2. Tidur yang Kurang Teratur
    Selain pola makan, tubuh lemas saat puasa juga dapat disebabkan karena kurang tidur. Tidurlah selama 7-8 jam dalam sehari. Disarankan agar Anda langsung tidur setelah ibadah Tarawih – dengan cara ini, tubuh Anda dapat kembali segar saat bangun sahur. Lebih baik lagi apabila Anda bisa tidur sebentar di siang hari.
  3. Terlalu Banyak Tidur
    Tahukah Anda bahwa terlalu banyak tidur juga dapat menyebabkan tubuh lemas? Idealnya, seseorang tidur selama 8 jam dalam sehari, disesuaikan dengan usia dan kondisi biologis yang ada. Supaya Anda tidak terus-menerus ingin tidur, lakukanlah aktivitas fisik yang ringan, misalnya berjalan kaki selama 15 menit.

    Untuk menghindari lemas, saat sahur pilihlah makanan yang dapat meningkatkan kadar gula darah secara lambat namun tahan lama, seperti nasi merah, ubi, kacang hijau, pisang, dan apel. Agar lebih mengenyangkan, perbanyak porsi sayur dan buah yang mengandung banyak serat. Setelah menyantap sahur, Anda disarankan untuk tidak langsung tidur kembali, melainkan dua hingga tiga jam setelah makan. Hal ini dimaksudkan agar makanan yang Anda konsumsi dapat dicerna tubuh dengan baik.
    Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi multivitamin untuk menjaga stamina. Multivitamin seperti apa yang bisa Anda pilih? Beberapa elemen dalam multivitamin seperti BCCA (branched-chain amino acid) dapat membantu pembentukan protein dalam tubuh; L-Carnitine berperan dalam metabolisme lemak di dalam tubuh untuk memproduksi energi; VITAMIN B1, B6 & B12 juga mampu membantu memelihara sel-sel saraf.
    Semoga ibadah puasa Anda lancar!