Pages

Tampilkan postingan dengan label Agribisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agribisnis. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Juni 2016

Tempe Biji Kacang Panjang

Ingin menikmati sensasi rasa tempe yang berbeda? Sekarang kita memiliki banyak pilihan tempe selain tempe kedelai, salah satunya adalah tempe kacang panjang. Selain lezat, tempe kacang panjang juga memiliki kandungan gizi tidak kalah dibandingkan tempe kedelai. Pembuatan tempe kacang panjang juga bisa menjadi solusi ketika produksi kacang panjang melimpah di saat panen raya, sekaligus memberi nilai tambah pada kacang panjang. Cara membuatnya tidak berbeda jauh dengan membuat tempe kedelai. Proses pembuatan tempe meliputi pemilihan kacang panjang, penimbangan, perendaman, pengupasan kulit ari, pencician, pengukusan, penirisan, inokulasi, pengemasan,  fermentasi.
kacang panjang

Langkah pertama, pilih biji kacang panjang  yang bebas dari sisa kotoran, seperti kulit polong, potongan batang atau ranting, batu, kerikil, tanah atau biji-bijian lain. Biji kacang panjang sebaiknya tidak luka atau bebas serangan hama dan penyakit. Biji kacang panjang tidak memar dan kulit biji tidak keriput. Setelah itu dicuci,  direndam  selama  6-12  jam  agar biji kacang panjang mekar. Kemudian dicuci kembali serta  diakhiri  dengan  penirisan,  sehingga  dihasilkan kacang panjang basah siap pakai.
Langkah berikutnya adalah perebusan untuk melunakkan, dilanjutkan dengan perendaman menggunakan air rebusnya  selama 24  jam, yang  bertujuan  untuk menurunkan  derajat  keasaman  sehingga dapat ditumbuhi jamur (pH 4-5). Kacang panjang  yang  telah  direndam,  ditiriskan  dan selanjutnya dikupas, dan dicuci beberapa kali hingga kacang panjang tidak berbau asam lagi, dan kulit ari yang tertinggal sesedikit mungkin. Setelah itu kacang panjang ditaburi jamur Rhizopus sp. untuk proses peragian, kemudian dikemas, bisa menggunakan plastik ataupun daun pisang. Jangan lupa memberi lubang-lubang kecil bila menggunakan plastik agar jamur bisa tumbuh sempurna. Letakkan tempe yang sudah dikemas pada suhu kamar dan dalam waktu satu hari. Tempe lezat siap dinikmati. Silakan mencoba. (dari beberapa sumber/Ari P.)

Sabtu, 28 Mei 2016

Berkebun strawberry di dataran rendah di kota Cepu Jawa Tengah

Strawberry merupakan tanaman yang mempunyai ketahanan & adaptasi yang cukup luas. secara umum syarat tumbuh yang baik untuk strawberry adalah seperti kondisi iklim berikut ini:
  • suhu udara optimum 17 – 20 C dan suhu udara minimum antara 4 – 5 derajat Celcius.
  • Kelembaban udara (RH) 80 – 90%.
  • Penyinaran matahari 8 – 10 jam/hari.
  • Curah hujan berkisar antara 600 – 700 mm/tahun.
syarat diatas sebenarnya tidaklah mutlak, saya sudah mencoba sendiri untuk membudidayakan strawberry di tempat saya tinggal yang sebenarnya kondisi lingkungannya kurang cocok untuk berbudidaya strawberry.
pada awalnya saya hanya coba-coba dengan membeli bibit strawberry 1 pot pada sebelum ramadhan tahun 2007 saat ketika saya wisata dan jalan-jalan di pasar tanaman hias Bandungan kabupaten semarang.
daerah Bandungan terletak di lereng gunung ungaran yang berhawa sejuk dan saya perkirakan ketinggiannya sekitar 800 m dari permukaan air laut. mulanya saya sempat ragu apa mungkin tanaman strawberry ini bisa bertahan hidup di daerah tempat saya tinggal? bahkan teman saya sempat mengatakan bahwa tanaman yang saya beli dalam waktu sebentar akan mati.
Kota tempat saya tinggal yaitu kota Cepu mempunyai ketinggian kira-kira 30 meter dari permukaan air laut (ini saya ketahui berdasar dari papan penunjuk ketinggian di stasiun cepu yaitu +28 m) dan rumah saya terletak tak jauh dari stasiun tersebut. suhu udara berkisar dari 25 derajat sampai 33 derajat celcius. curah hujan kurang dari 500 mm/tahun. banyak orang pernah mengatakan pada saya bahwa kota cepu berhawa panas, mungkin sama panasnya dengan kota-kota besar lainnya di pulau jawa.

Tanaman strawberry ini saya pelihara di samping rumah yang lahannya cukup sempit dan menerima sinar matahari langsung sekitar 6 – 8 jam sehari, ternyata memang tanaman ini tidak cukup kuat menahan hawa panas. banyak daunnya yang mengering, kemudian saya mencoba untuk menyemprot daunnya dengan sprayer yang terisi air dingin pada pagi menjelang siang dan siang menjelang sore. cara ini cukup membantu mengurangi jumlah daun yang mengering dan saya juga menyirami tanaman ini pagi dan sore.
Tanaman strawberry saya mulai bertambah dengan munculnya sulur-sulur stolon tanaman, dari ujung sulur-sulur ini akan tumbuh tanaman strawberry baru dan akarnya. ujung inilah yang dapat ditampung dalam pot baru, setelah tanaman baru mempunyai 4-5 daun maka sulur yang terhubung dengan indukannya dapat dipotong.
Media tanam-nya saya buat dari campuran dari tanah kebun dan sedikit pupuk kandang. pot yang saya gunakan berukuran kecil ‘ukuran 17 sampai 20′. satu pot berisi antara 1 sampai 3 tanaman. tanaman tanaman baru ini saya dapat dari stolon tanaman induk yang menjulur.
setelah setahun saya menunggu akhirnya kebun strawberry saya mulai berbuah, dari sekitar 30 pot, 3 pot diantaranya pasti ada yang berbunga kemudian berubah menjadi buah. hampir sekitar 4 hari sekali saya bisa memetik buah yang sudah matang (ditandai dengan warna buah merah tua) dari 1 pot bisa 1-2 buah strawberry yang matang. saya bisa menikmati buah strawberry dari kebun saya yang sempit itu selama 3 bulan penuh yaitu dari bulan september – november 2008. pada bulan desember 2008 kebun saya sama sekali tak menghasilkan buah. saya perkirakan pada bulan bulan itulah memang musimnya strawberry untuk berbuah.
berikut saya sertakan foto salah satu pot saya yang sudah berbuah:

image8

Saya sebenarnya kurang tahu pasti dari jenis dan spesies apa tanaman strawberry yang saya pelihara tersebut. ciri-ciri tanaman strawberry yang saya punya yaitu dari segi ukuran buah sedang, mempunyai rasa yang tidak terlalu tajam, tidak terlalu manis.

oleh: Kamarudin (aldebaran_centauri82@yahoo.co.id)

Rabu, 20 April 2016

Tanaman Kentang Berbuah Terong

Setelah sukses dengan Tomtato, tanaman tomat yang menyatu dengan kentang, sebuah perusahaan benih dan tanaman di Inggris berhasil menciptakan cangkokan terbaru mereka yang dinamakan Egg & Chips. Tanaman unik ini merupakan gabungan antara tanaman kentang dengan tomat. Namanya sengaja dibikin unik karena hidangan favorit masyarakat Inggris telur dan kentang goreng. Meskipun dalam hal ini telur adalah terong, atau juga dikenal sebagai aubergine. Alasan di balik kreasi dari Thompson & Morgan adalah menciptakan satu tanaman yang dapat menumbukan dua jenis sayuran dalam satu ruang..

hjk

Kris Collins, petugas komunikasi Thompson & Morgan menjelaskan, ini bukanlah sebuah modifikasi genetika . Kedua tanaman ini memiliki gen yang terpisah, namun mereka berasal dari keluarga yang sama, Solanceae, sehingga mereka dapat disatukan. “Ujung bawah tanaman merupakan kentang, yang mengandung akar umbi dan bagian atas tanaman ini adalah terong yang akan berbuah, dan disambung bersama-sama selama sekitar satu hingga dua minggu dalam penggabungan alami,” kata Collins.  Satu batang tanaman ini dapat menghasilkan tiga dan empat buah terong dan sekitar empat setengah pon kentang. (nationalgeographic.co.id)

Kamis, 10 Maret 2016

A-Go-Gro, Pertanian Vertikal di Singapura

Kota Singapura, negara pulau  dengan luas 710 km persegi dan jumlah penduduk 5 juta adalah salah satu kota yang paling padat penduduknya di dunia. Dengan sebagian besar tanah di pulau itu dimanfaatkan untuk pembangunan perkotaan, sisanya hanya 250 hektar untuk lahan pertanian, yang tentunya tidak cukup untuk memberi makan penduduknya. Akibatnya, lebih dari 90 persen konsumsi makanan Singapura dipenuhi pangan impor dari lebih dari 30 negara. Ketergantungan pada dunia luar membuat negara ini sangat rentan terhadap turbulensi pasokan makanan dan harga.
sg
Satu-satunya jalan keluar dari masalah ini adalah dengan memaksimalkan penggunaan lahan untuk produksi pangan dengan cara mengembangkan model pertanian vertikal. Salah satunya telah diwujudkan oleh pengusaha Jack Ng, dengan bantuan Agri-Food and Veterinary Authority (AVA), yang membangun pertanian vertikal terintegrasi dengan peternakan komersial. Model ini mampu menghasilkan satu ton sayuran setiap hari, atau lima sampai sepuluh kali lebih produktif daripada pertanian biasa.
Jack Ng, Direktur Utama DJ Teknik, telah mendirikan sebuah perusahaan bernama Sky Hijau, untuk menghasilkan sayuran secara komersial dan menjual teknologi ini beberapa negara lain.  “Harga pangan akan terus naik karena berbagai faktor, terutama akibat gangguan pasokan di luar negeri. Jadi saya punya ide membuat pertanian vertikal untuk memproduksi bahan pangan yang lebih banyak di sini. Butuh waktu dua tahun untuk mengembangkan ide ini,” ungkap Jack Ng. Teknologi ini dia beri nama “A-Go-Gro”.
Ini adalah sistem rendah karbon yang  bergerak secara hidrolis.  Air yang digunakan digerakkan vertikal  sebagai media tumbuh sayuran tropis.  Teknologi ini mampu  memberikan hasil panen yang tinggi dengan menggunakan air, energi serta sumber daya alam yang lebih sedikit.  Sistem “A-Go-Gro”  mengembangkan tanaman  sayuran di beberapa menara setinggi enam meter. Masing-masing menara terdiri dari 22 hingga 26 tingkatan rak tanam yang diputar di sekitar bingkai aluminium.  Untuk memastikan distribusi sinar matahari, aliran udara dan irigasi berjalan baik dan merata maka rak tanaman akan berputar secara periodik yang digerakkan generator listrik. Yang menarik, air yang digunakan akan  didaur ulang dan disaring sebelum kembali ke tanaman. Semua sampah organik di pertanian ini menjadi kompos dan dapat digunakan kembali.
Varietas besar sayuran tropis yang telah dikembangkan diantaranya; petsai, bayam, selada, xia bai cai, bayam, kang kong, cai xin, gai lan, nai bai, dan lainnya. Saat ini telah dibangun sebanyak 120 menara di kawasan Kranji, 14 kilometer dari pusat bisnis Singapura. Direncanakan akan dibangun sekitar 300 menara dengan target produksi dua ton sayuran per hari. Jack Ng juga berniat untuk menjual teknologi ini ke negara-negara lain dengan harga $ 10.000 untuk setiap menara. (Courtesy MND Singapura)

Rabu, 20 Januari 2016

Es Krim Bayam

Apakah anda sudah pernah mencoba es krim bayam? Es krim dengan bahan utama bayam ini pasti sangat sehat. Selain karena kandungan vitamin yang  cukup tinggi, bayam juga kaya akan zat besi. Pembuatannya mudah dan cita rasanya lezat. Anda mau membuat? Bahan untuk pembuatan es krim bayam adalah 150 gram daun bayam, yang telah direbus, kemudian dicincang kasar, 25 gram tepung maizena, 150 cc susu kental manis, 150 cc air matang, 100 gram gula pasir, 10 gram vanili dan 1/2 sendok teh garam
es krim
Cara membuatnya juga cukup mudah. Pertama, maizena, susu, air, gula, vanili, dan garam diaduk jadi satu. Masak hingga mendidih. Masukkan bayam, aduk-aduk, jaga jangan samapi susu pecah. Angkat dan dinginkan. Setelah itu, masukkan dalam freezer selama 10 menit, lalu kocok dengan mixer hingga lembut. Masukkan kembali ke dalam freezer, kocok lagi, lakukan hal ini sekurangnya 3 kali atau sampai es krim lembut. Kemudian sajikan dalam gelas atau cone. (membuateskrim.com)

Selasa, 01 September 2015

Keripik Pepaya

Ingin membuat sajian buah pepaya sedikit berbeda?
Buat saja keripik buah pepaya. Buah pepaya yang digunakan adalah yang telah matang petik, masih keras, sudah terasa manis, dan bila digores tidak banyak mengeluarkan getah.
Langkah pertama, buah pepaya dikupas, dibelah dan dibuang bijinya. Setelah itu buah dicuci sampai bersih,  diiris dengan ketebalan 5 mm. Setelah itu, irisan pepaya di-blanching, yaitu dengan mencelupkan buah ke dalam air panas (95-98ยบ C) selama 3 menit sambil diaduk pelan.
Tahapan ini penting untuk mematikan enzim penyebab reaksi perubahan warna menjadi coklat atau warna gelap lainnya, serta mengurangi kandungan mikroba pada bahan. Setelah itu ditiriskan.
 pangan olahan 555
Irisan buah kemudian dikeringkan sampai kadar air kurang dari 9% dengan tanda bahan tampak kering dan mudah dipatahkan.
Setelah kering, irisan buah dapat langsung digoreng, atau disimpan. Jika disimpan harus digunakan wadah yang tertutup rapat. Untuk menggoreng dilakukan dengan menggunakan minyak panas.
Untuk mendapatkan mutu keripik yang lebih baik, penggorengan dilakukan dengan menggunakan penggorengan vakum pada suhu 1200 C, dengan tekanan 60-80mmHg selama 58-62 menit.
Setelah selesai digoreng, keripik ditiriskan sampai dingin dan kerupuk pepaya bisa disajikan atau dikemas. (dari beberapa sumber/ Windra)

Jumat, 28 Agustus 2015

Teknologi panen padi di Amerika

Teknologi Panen Padi di Amerika: Lahan 100 Ha Cukup Dikerjakan 2 Orang!!

Mungkin, banyak dari para pembaca yang mengira kalau sentra produksi padi itu hanya berpusat di Asia. Padahal jika mengupas sejarah, padi sebetulnya telah dikenal dan diproduksi secara komersial di beberapa negara Barat sejak lama, tertama Amerika Serikat. Konon masyarakat Amerika telah membudidayakan padi lebih dari 300 tahun. Dan saat ini, budidaya padi di Amerika sudah sangat maju dengan menerapkan teknologi tinggi, seperti komputer, peralatan berat (termasuk traktor), teknologi laser, bioteknologi dan rekayasa genetika.Secara umum, ada 6 negara bagian yang menjadi tulang punggung produksi padi di Amerika, yakni Arkansas, California, Louisiana, Mississippi, Missouri dan Texas. Begitu besar produksi padi di Amerika, dengan fakta bahwa lebih dari 90% beras yang dikonsumsi warga Amerika adalah ditanam oleh petani-petani setempat. Hebatnya lagi, Amerika juga telah mengekspor padi ke lebih dari 100 negara, menjadikan negara yang tengah dililit resesi ini menjadi salah satu eksportir penting beras dunia. Secara statistik, Amerika menguasai perdagangan beras dunia sekitar 12% (Wikipedia).
Ladang padi di arkansas, amerika
Tata kelola yang baik dari lahan pertanian didukung regulasi pemerintah, sumberdaya dan teknologi yang memadai membuat negara ini berjaya di sektor pertanian. Bukan hanya kedelai dan jagung yang menjadi komoditas ekspor unggulan Amerika, melainkan juga beras.
Dengan melibatkan teknologi tinggi, produksi padi di Amerika dilakukan besar-besaran. Untuk satu keluarga petani saja, bisa menggarap ratusan hektar di satu lokasi. Tidak seperti di negeri kita yang melibatkan banyak orang dalam membudidaya padi, di Amerika pekerjaan-pekerjaan tersebut diambil alih oleh mesin-mesin canggih. Sebagai contoh, panen padi 100 hektar dikerjakan menggunakan mesin traktor besar dan cukup dikendalikan oleh dua atau tiga orang saja.
Teknologi Panen Padi di Amerika
Teknologi Panen Padi di Amerika 001
Teknologi Panen Padi di Amerika 003
Teknologi Panen Padi di Amerika
Teknologi Panen Padi di Amerika
Teknologi Panen Padi di Amerika 006
Teknologi Panen Padi di Amerika
Teknologi Panen Padi di Amerika 008
Teknologi Panen Padi di Amerika 009
Teknologi Panen Padi di Amerika 010
Teknologi Panen Padi di Amerika 011
Sekarang, mari kita bandingkan teknik atau teknologi panen padi di Amerika dengan negeri kita tercinta…. apa pendapat Anda.????
Panen padi di Indonesia
  • Petani mengarit tanaman padi, satu orang untuk satu petak kecil
  • Mengumpulkannya menjadi tumpukan-tumpukan kecil di beberapa titik
  • Petani memasang terpal, lalu mengangkut tumpukan-tumpukan kecil ke atas terpal
  • Petani menggunakan batu besar untuk merontokkan bulir-bulir padi, ada juga yang memakai alat/mesin perontok sederhana
  • Petani memisahkan gabah basah dari serasah, dan memungut gabah-gabah yang berceceran keluar
  • Petani memasukkan gabah yang sudah dianggap ‘bersih’ ke karung-karung yang disiapkan
  • Selepas adzan zuhur, para petani pulang dengan membawa upah yang diberikan majikan.
Sungguh tahapan yang berat dan melelahkan. Garapan satu hektar, bisa melibatkan 15-20 orang. Bagaimana kalau 100 hektar? Tentu dibutuhkan ratusan orang. Padahal saat ini tenaga kerja di bidang pertanian semakin langka. Generasi muda seolah enggan bergelut dengan lumpur. Tenaga pengangguran begitu melimpah, tetapi sayangnya merasa malas terjun ke pertanian. Bagaimana ini??
Apa kabar Indonesia, ke mana saja selama ini??
Ada banyak keuntungan dari traktor pertanian modern:
1. Menghemat tenaga kerja
2. Proses jauh lebih cepat
3. Skala lebih besar
4. Produktivitas sangat tinggi
5. Perkasa, tidak mengenal lelah
6. Multi fungsi
7. Kualitas jauh lebih bagus dibanding hasil kerja konvensional/manusia
8. Biaya lebih hemat untuk investasi jangka panjang
http://www.europe-machinery.com/
——
Produktivitas sektor pertanian dianggap stagnan, tidak ada kemajuan, malah cenderung memble bila dibandingkan negara-negara lain. Padahal anggaran untuk sektor ini (menurut hemat kami) sangat luar biasa besarnya, bahkan selalu meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan anggaran ini pun bukan main-main.
Alokasi anggaran Kementerian Pertanian yang meningkat hampir dua kali lipat dari Rp 8,2 triliun pada 2009 menjadi Rp 17,8 triliun pada 2011 dianggap masih belum mampu meningkatkan produktivitas sektor itu. (Sumber: Tempo.co)
——————
kelaparan dan kerawanan pangan
Sudah Waktunya untuk Berubah

  • Pemerintah bisa mempelopori menggarap proyek besar pembudidayaan padi secara profesional.
  • Pemerintah bisa mengajak swasta untuk turut terlibat.
  • Ada jutaan hektar lahan terlantar/menganggur dan tidak produktif  yang bisa “dihidupkan” oleh pemerintah.
  • Pemerintah bisa memprioritaskan wilayah-wilayah luar Jawa seperti Nusa Tenggara, Papua, Sumatra, Sulawesi dan Kalimantan.

 https://desirhakim.wordpress.com/2014/06/26/teknologi-panen-padi-di-amerika/

Jumat, 31 Juli 2015

Mengintip Industri Gula di Thailand

Perkembangan idustri gula di Thailand patut dicemati, setidaknya dalam aspek pertumbuhannya yang sangat cepat. Ketika Indonesia telah menjadi negara penghasil gula terbesar kedua dunia, negeri ini masih belum ada apa-apanya, karena produksinya masih dibawah satu juta ton. Sampai awal tahun 1980-an produksi gula di Thailand masih di bawah 2 juta ton pertahun. Tetapi sejak tahun 1982 pertumbuhannya cukup mengagumkan karena mampu tumbuh 25% pertahun yaitu dari 1,7 juta ton pada tahun 1981 menjadi 6,3 juta ton pada tahun 1996, walaupun sesudah itu terjadi fluktuasi produksi lagi.
 jelajah 54

Salah satu kunci keberhasilan industri gula di Thailand adalah karena produktivitasnya yang tinggi, dimana rendemen tebunya bisa mencapai di atas 10%. Dengan produktivitas lahan tebu yang tinggi industri gula di Thailand memiliki daya saing yang kuat di pasar gula dunia. Dari hasil analisis biaya terbukti bahwa biaya produksi gula di Thailand adalah yang terendah di seluruh dunia. Tahun 2011 di Thailand terdapat 47 pabrik gula, menggiling tebu diatas 100 juta ton dan memproduksi gula sekitar 10 juta ton/tahun. Tahun 2013 produksi tebunya telah meningkat lagi menjadi + 105 juta ton dengan ekspor mencapai 9,3 juta ton. Tahun 2014 lalu produksi gula Thailand mencapai 11 juta ton dengan angka konsumsi lokal sebesar 2,5 juta ton pertahun. Wajar bila negara ini tercatat sebagai salah satu negara eksportir gula terbesar di dunia.
Walaupun demikian bukannya tidak terjadi gangguan produksi di Thailand. Tahun 2011 Thailand telah mengalami kerusakan tanaman tebu seluas 20.000 ha akibat banjir. Hal ini mengakibatkan produksi tebu tahun giling 2012 turun menjadi 97 juta ton dan produksi gula turun menjadi 9,3 juta ton. Namun tahun 2013 telah terjadi peningkatan produksi tebu lagi menjadi 105 juta ton dengan produksi gula sebesar 10,2 juta ton. Kualitas tanaman tebu di Thailand juga cukup baik. Produksi tebunya mencapai 77 ton/ha, sedang gula yang dihasilkan mencapai 104 kg/ton tebu. Ini berarti rendemen sudah diatas 10%. Inilah barangkali daya tarik tanaman tebu di Thailand bagi para petani tebunya.
Untuk kepentingan dalam negerinya Thailand membuat stock sebesar sekitar 3 juta ton setiap tahun. Thailand mengekspor raw sugar ke berbagai negara seperti : Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Rusia, Indonesia dan China. Pengendalian produksi, konsumsi maupun ekspor gula di Thailand dilakukan oleh Royal Thai Government ( RTG ). Thailand juga memiliki lembaga penelitian yaitu Sugar Research Centre yang memiliki lima departemen yaitu :Cane Research, Sugar Research, Bio-energy Research, Development, dan Administration.
Tentang harga gula, pemerintah Thailand membuat kebijakan harga tebu yang cukup menguntungkan petani. Sebagai contoh pada tahun 2012 petani menerima imbalan harga tebu sebesar $ 37,8 /ton ( Rp 415.000 ). Harga ini lebih tinggi dari harga pasar yang hanya $ 31,4 /ton ( Rp 345.000 ). Untuk memotivasi petani pemerintah juga memberikan penjaman lunak ke para petani tebu. Tahun 2010 pemerintah memberikan pinjaman lunak selama tiga tahun sebesar $ 66 juta kepada para petani untuk pembelian mesin penebang tebu, guna meningkatkan kelancaran dan efisiency penebangan tebunya. Disamping untuk bahan baku gula, tebu di Thailand juga diolah menjadi etanol. Tetapi jumlah tebu yang digunakan sebagai bahan baku pabrik etanol ini jumlahnya tidak banyak, sekatar 0,4 juta ton tiap tahun. (perihalgula.blogspot.com)

Jumat, 24 Juli 2015

Wapres: Pertanian dan Manufaktur Harus Tumbuh Beriringan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan sektor pertanian dan manufaktur di dalam negeri harus tumbuh bersama agar dapat menyerap tenaga kerja secara maksimal.
Jusuf Kalla (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Alasannya, jika pemerintah terlalu berfokus pada sektor pertanian, maka penyerapan tenaga kerja akan terganggu akibat sektor manufaktur tidak mendapat perhatian.

"Jika agraria meningkat maka daya serap tenaga kerja akan terganggu,  akan pengaruhi pada kinerja industri," ujarnya dalam sambutan pada IIF Asia Summit 2015 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (7/5/2015).

JK mengungkapkan, sektor pengembangan pertanian dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri. Sedangkan pertumbuhan sektor manfaktur dibutuhkan untuk menyerap tenaga kerja.

"Harus tumbuh bersama antara pertanian dan manufaktur sehingga pendapatan masyarat lebih baik," lanjutnya.

Namun untuk mendorong pengembangan dua sektor ini, pemerintah membutuhkan dana investasi. Hal ini yang diharapkan dapat didapatkan dari investor-investor yang berminat menanamkan modalnya di Indonesia.

"Untuk itu kita butuh dana untuk invetasi. Misalnya pada proyek 35 ribu megawatt (MW). Di sektor manufaktur, Jepang dan China sangat gigih untuk datang ke sini," tandasnya. (Dny/Nrm)

Sabtu, 20 Juni 2015

AGRIBISNIS KAKAO

PROSPEK DAN ARAH PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KAKAO
Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Disamping itu kakao juga berperan dalam mendorong pengembangan wilayah dan pengembangan agroindustri. Pada tahun 2002, perkebunan kakao telah menyediakan lapangan kerja dan sumber pendapatan bagi sekitar 900 ribu kepala keluarga petani yang sebagian besar berada di Kawasan Timur Indonesia (KTI) serta memberikan sumbangan devisa terbesar ke tiga sub sektor perkebunan setelah karet dan kelapa sawit dengan nilai sebesar US $ 701 juta.
Perkebunan kakao Indonesia mengalami perkembangan pesat sejak awal tahun 1980-an dan pada tahun 2002, areal perkebunan kakao Indonesia tercatat seluas 914.051 ha dimana sebagian besar (87,4%) dikelola oleh rakyat dan selebihnya 6,0% perkebunan besar negara serta 6,7% perkebunan besar swasta. Jenis tanaman kakao yang diusahakan sebagian besar adalah jenis kakao lindak dengan sentra produksi utama adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Disamping itu juga diusahakan jenis kakao mulia oleh perkebunan besar negara di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Keberhasilan perluasan areal tersebut telah memberikan hasil nyata bagi peningkatan pangsa pasar kakao Indonesia di kancah perkakaoan dunia. Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai produsen kakao terbesar kedua dunia setelah Pantai Gading (Cote d’Ivoire) pada tahun 2002, walaupun kembali tergeser ke posisi ketiga oleh Ghana pada tahun 2003. Tergesernya posisi Indonesia tersebut salah satunya disebabkan oleh makin mengganasnya serangan hama PBK. Di samping itu, perkakaoan Indonesia dihadapkan pada beberapa permasalahan antara lain: mutu produk yang masih rendah dan masih belum optimalnya pengembangan produk hilir kakao. Hal ini menjadi suatu tantangan sekaligus peluang bagi para investor untuk mengembangkan usaha dan meraih nilai tambah yang lebih besar dari agribisnis kakao.
Indonesia sebenarnya berpotensi untuk menjadi produsen utama kakao dunia, apabila berbagai permasalahan utama yang dihadapi perkebunan kakao dapat diatasi dan agribisnis kakao dikembangkan dan dikelola secara baik. Indonesia masih memiliki lahan potensial yang cukup besar untuk pengembangan kakao yaitu lebih dari 6,2 juta ha terutama di Irian Jaya, Kalimantan Timur, Sulawesi Tangah Maluku dan Sulawesi Tenggara. Disamping itu kebun yang telah di bangun masih berpeluang untuk ditingkatkan produktivitasnya karena produktivitas rata-rata saat ini kurang dari 50% potensinya. Di sisi lain situasi perkakaoan dunia beberapa tahun terakhir sering mengalami defisit, sehingga harga kakao dunia stabil pada tingkat yang tinggi. Kondisi ini merupakan suatu peluang yang baik untuk segera dimanfaatkan. Upaya peningkatan produksi kakao mempunyai arti yang stratigis karena pasar ekspor biji kakao Indonesia masih sangat terbuka dan pasar domestik masih belum tergarap.
Dengan kondisi harga kakao dunia yang relatif stabil dan cukup tinggi maka perluasan areal perkebunan kakao Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut dan hal ini perlu mendapat dukungan agar kebun yang berhasil dibangun dapat memberikan produktivitas yang tinggi. Melalui berbagai upaya perbaikan dan perluasan maka areal perkebunan kakao Indonesia pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 1,1 juta ha dan diharapkan mampu menghasilkan produksi 730 ribu ton/tahun biji kakao. Pada tahun 2025, sasaran untuk menjadi produsen utama kakao dunia bisa menjadi kenyataan karena pada tahun tersebut total areal perkebunan kakao Indonesia diperkirakan mencapai 1,35 juta ha dan mampu menghasilkan 1,3 juta ton/tahun biji kakao.
Untuk mencapai sasaran produksi tersebut diperlukan investasi sebesar Rp 16,72 triliun dan dukungan berbagai kebijakan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dana investasi tersebut sebagian besar bersumber dari masyarakat karena pengembangan kakao selama ini umumnya dilakukan secara swadaya oleh petani. Dana pemerintah diharapkan dapat berperan dalam memberikan pelayanan yang baik dan dukungan fasilitas yang tidak bisa ditanggulangi petani seperti biaya penyuluhan dan bimbingan, pembangunan sarana dan prasaran jalan dan telekomunikasi, dukungan gerakan pengendalian hama PBK secara nasional, dukungan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan industri hilir.
Beberapa kebijakan pemerintah yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan agribisnis kakao 5 sampai 20 tahun ke depan antara  lain: Penghapusan PPN dan berbagai pungutan, aktif mengatasi hambatan ekspor dan melakukan lobi untuk menghapuskan potangan harga, mendukung upaya pengendalian hama PBK dan perbaikan mutu produksi serta menyediakan fasilitas pendukungnya secara memadai. (litbang.deptan.go.id)

Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis Jagung

Dewasa ini jagung tidak hanya digunakan untuk bahan pangan tetapi juga untuk pakan ternak. Dalam beberapa tahun terakhir proposi penggunaan jagung oleh industri pakan ternak telah mencapai 50% dari total kebutuhan nasional. Dalam 20 tahun ke depan, penggunaan jagung untuk pakan diperkirakan terus meningkat dan bahkan setelah tahun 2020 bisa mencapai lebih dari 60% dari total kebutuhan nasional.
wacana 53
Ditinjau dari sumberdaya lahan dan ketersediaan teknologi, Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk berswasembada jagung dan bahkan berpeluang pula menjadi pemasok di pasar dunia, mengingat makin meningkatnya permintaan dan makin menipisnya volume jagung di pasar internasonal.
Upaya peningkatan produksi jagung di dalam negeri dapat ditempuh melalui perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas. Perluasan areal dapat diarahkan pada lahan-lahan potensial seperti lahan sawah irigasi, lahan sawah tadah hujan, dan lahan kering yang belum dimanfaatkan untuk pertanian. Berdasarkan penyebaran luas sawah dan tipe irigasinya, diperkirakan terdapat 457.163 ha yang potensial untuk peningkatan indeks pertanaman. Di luar Jawa terdapat 20,5 juta ha lahan kering yang dapat dikembangkan untuk usahatani jagung.
Selain melalui perluasan areal tanam dan peningkatan produktivitas, upaya pengembangan jagung juga memerlukan peningkatan efisiensi produksi, penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas produk, peningkatan nilai tambah, perbaikan akses pasar, pengembangan unit usaha bersama, perbaikan sistem permodalan, pengembangan infrastruktur, serta pengaturan tataniaga dan insentif usaha. Dalam kaitan ini diperlukan berbagai dukungan, termasuk dukungan kebijakan pemerintah.
Dari aspek teknis, teknologi yang diperlukan untuk mendukung pengembangan jagung antara lain adalah varietas hibrida dan komposit yang lebih unggul (termasuk penggunaan bioteknologi), di antaranya memiliki sifat toleran kemasaman tanah dan kekeringan, teknologi produksi benih sumber dan sistem perbenihannya, teknologi budidaya yang efisien dengan pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT), dan teknologi pascapanen untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk.
Investasi yang diperlukan untuk pengembangan jagung bergantung pada pencapaian target yang diinginkan. Berkaitan dengan hal ini, ada dua skenario pengembangan jagung nasional dalam periode 2005-2025. Skenario pertama atau skenario moderat, laju pertumbuhan produksi 4,24%/tahun. Skenario kedua atau skenario optimis, volume ekspor meningkat menjadi 15%. Kebutuhan investasi untuk pengembangan jagung melalui skenario pertama dan kedua dalam kurun waktu 2005-2025 masing-masing adalah Rp 29,0 trilyun, dan Rp 33,7 trilyun. Biaya investasi mencakup perluasan areal tanam pada lahan sawah, pembukaan lahan baru (lahan kering) dan infrastruktur, perbenihan, penyuluhan, penelitian dan pengembangan. Proporsi investasi yang menjadi tanggung jawab masyarakat 4%, sedangkan yang bersumber dari pemerintah dan swasta masing-masing dengan proporsi 74% dan 22%.
Kebijakan yang diperlukan dalam pengembangan jagung adalah kebijakan pengembangan insentif investasi, kelembagaan keuangan dan permodalan, peningkatan dukungan teknologi yang siap diterapkan di lapang, peningkatan kualitas sumberdaya manusia, kelembagaan agribisnis, dukungan pemasaran, serta dukungan peraturan dan perundangan. (litbang.pertanian.go.id)

Jumat, 22 Mei 2015

Program Pengelolaan Integrasi Agribisnis Abadi (IAA)

PT.Pupuk Indonesia (Persero) bekerjasama dengan PT.Bank Rakyat Indonesia (Persero) mengadakan sosialisasi Program Pengelolaan Integrasi Agribisnis Abadi (IAA) pada Jumat (28/2/2014). Sosialisasi program ini dilaksanakan di ruang rapat lantai 8 kantor PT Pupuk Indonesia (Persero), Jakarta. Kegiatan ini dihadiri Bapak Arifin Tasrif Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Bapak Koeshartono Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero), Bapak Asmawi Syam Direktur Bisnis Kelembagaan & BUMN BRI, Bapak Djarot Kusuma yakti Direktur Bisnis UMKM BRI, Jajaran Direksi Group Pupuk Indonesia serta para distributor pupuk. Kegiatan ini dibuka oleh Ir. Arifin Tasrif selaku Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia (Persero).

Kegiatan pengelolaan integrasi Agribisnis ini merupakan kegiatan bisnis pertanian yang menempatkan kegiatan sebagai suatu kegiatan utuh yang komprehensif (baik sektor “hulu” maupun hilir”) dan merupakan suatu sistem, sehingga semua kegiatan yang terdapat dalam sistem tersebut harus saling terkait dan tidak dapat berdiri sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh Arifin Tasrif “tiada pupuk tanpa benih, tiada pabrik tanpa petani, tiada distributor tanpa petani”
Sosialisasi ini memberikan pemahaman tentang bagaimana skema pengelolaan IAA dan manfaat yang dapat diperoleh dari pengelolaan IAA bagi semua pihak yang terlibat. Melalui pengelolaan IAA ini diharapkan masing – masing pihak dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional . Program IAA ini bertujuan untuk membangkitkan ekonomi daerah serta meningkatkan pendapatan petani.
Dalam kegiatan ini, pihak BRI juga memberikan pemaparan terkait kerja sama yang selama ini telah dijalin dengan produsen pupuk dan paparan terkait dengan fasilitas kredit BRI yang mungkin dapat dimanfaatkan oleh distributor pupuk sebagai pengelola program. (BG/RD)

Kamis, 21 Mei 2015

Mengenal Kelas Benih Padi

Benih bermutu adalah benih yang mempunyai kemurnian genetik, fisik maupun fisiologis yang cukup tinggi. Kemurnian genetik terkait dengan kebenaran dari varietas benih, baik secara fenotipe maupun genotipenya (Sadjad et al., 1977). Benih yang baik memiliki kemurnian genetik minimal 98%. 

benih
Kemurnian fisik menggambarkan kondisi fisik benih. Benih yang memiliki mutu fisik baik tampak dari warna, bentuk dan ukuran benih yang seragam, tingkat kerusakan fisik rendah, serta tidak tercampur kotoran atau benih tanaman lain. Sedangkan kemurnian fisiologis berkaitan dengan daya hidup benih jika ditumbuhkan (dikecambahkan), baik dalam kondisi yang menguntungkan (optimum) maupun yang kurang menguntungkan (suboptimum). Benih yang baik memiliki daya hidup minimal 80%.
Produksi benih harus melalui sertifikasi, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No 44 Tahun 1995 tentang Perbenihan Tanaman. Sertifikasi benih adalah satu cara pengawasan mutu benih baik di lapangan maupun di laboratorium, untuk menjamin tingkat kemurnian benih dengan pemberian sertifikat/label atas perbanyakan benih dengan peraturan/prosedur yang berlaku. Benih bersertifikat dapat dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu :
1. Benih Penjenis (warna label putih) adalah benih yang diproduksi oleh dan di bawah pengawasan pemulia tanaman pencipta/penghasil benih tersebut atau instansinya, dan merupakan sumber untuk perbaikan benih dasar;
2. Benih Dasar (warna label putih) adalah keturunan pertama dari benih penjenis, yang diproduksi di bawah bimbingan yang intensif dan pengawasan yang ketat, sehingga kemurnian varietas dapat terjaga. Benih dasar ini diproduksi oleh instansi/badan yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pertanian Tanaman Pangan dan produksinya harus disertifikasi oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB),
3. Benih Pokok (warna label ungu) adalah keturunan dari benih penjenis atau benih dasar yang diproduksi dan dipelihara sehingga identitas dan tingkat kemurnian varietas yang ditetapkan dapat terjaga dan memenuhi standar mutu yang ditetapkan, serta harus disertifikasi sebagai benih pokok oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih;
4. Benih Sebar (warna label biru) adalah keturunan benih penjenis, benih dasar, atau benih pokok, yang diproduksi dan dipelihara sehingga identitas dan tingkat kemurnian varietas dapat dipelihara, dan memenuhi standar mutu benih yang ditetapkan dan harus disertifikasi sebagai benih sebar label biru oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih.
Pemahaman petani pada kelas benih akan menghindarkan petani dari kesalahan dalam penggunaan benih. (M. Pujo Sutrisno)


http://tabloidsahabatpetani.com/mengenal-kelas-benih-padi/

Efisiensi Pemasaran Produk Pertanian

Sistem pemasaran produk pertanian merupakan suatu kesatuan urutan lembaga pemasaran yang melakukan fungsi pemasaran untuk memperlancar aliran produk pertanian dari produsen awal ke tangan konsumen akhir, sebaliknya juga memperlancar aliran uang, nilai produk yang tercipta oleh kegiatan produktif yang dilakukan oleh lembaga-lembaga pemasaran. Sistem pemasaran merupakan kegiatan yang produktif yang dilakukan oleh lembaga pemasaran yang dilakukan dalam urutan horizontal maupun vertikal.
pemasaran1
Tingkat produktivitas sistem pemasaran dapat dilihat dari efisiensi dan efektifitas seluruh kegiatan fungsional pemasaran, yang juga menentukan kinerja operasi dan proses sistem. Efisiensi pemasaran dapat ditinjau dari terselenggaranya integrasi vertikal dan integrasi horizontal yang kuat, terjadi pembagian yang adil dari rasio nilai tambah yang tercipta dengan biaya yang dikeluarkan dalam kegiatan produktif masing-masing pelaku (Gumbira. E dan A. Haritz Intan, 2001).
Kegiatan pemasaran pertanian tidak hanya proses pemindahan produk dari tangan petani selaku produsen ke tangan konsumen. Kegiatan pemasaran merupakan kegiatan yang sangat kompleks meliputi proses pengumpulan produk dari para petani, pengepakan, penyimpanan, pendistribusian, termasuk di dalamnya pemilihan saluran pemasaran. Kegiatan-kegiatan tersebut bukan tanpa biaya. Efisiensi pemasaran dapat dinilai dari biaya akumulasi semua proses tersebut. Sistem pemasaran akan semakin efisien apabila semua kegiatan tersebut dilakukan dengan mengeluarkan biaya minimum.
Sistem pemasaran yang efisien akan mendorong rendahnya margin pemasaran sehingga perbaikan pendapatan di pihak produsen, harga yang relatif murah bagi konsumen serta keuntungan yang normal bagi para pelaku kegiatan pemasaran akan tercapai. Sebuah sistem pemasaran dikatakan efisien apabila semua kegiatan pemasaran yang meliputi kegiatan pengumpulan komoditas di tingkat petani (tersebar pada daerah yang cukup luas), kemasan komoditas, transportasi, pengolahan serta distribusi  (wholesaling dan retailing) berjalan dengan biaya minimum (Zahari Zen, 2010). (dari beberapa sumber/Windra)