Pages

Kamis, 10 Maret 2016

Sistem Irigasi Moderen

Berbeda dengan petani di Indonesia yang masih menggunakan sistem pengairan tradisional, petani di beberapa negara maju sudah menggunakan teknologi moderen untuk mengairi lahannya. Berbagai teknik yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik tanaman dan luas lahan tanam. Efisiensi, manajemen risiko dan skala ekonomi menjadi pertimbangan utama. Berikut ini gambaran beberapa model pengairan moderen tersebut:
  1. Poweroll
Sistem irigasi berbasis  pipa sprinkler yang bisa bergerak mekanis selama proses penyiraman. Roda besar yang menopang pipa irigasi bisa dipindahkan mengikuti alur tanam. Sistem ini menghemat waktu, tenaga, dan uang.
 Poweroll

  1. Pivot
Sistem irigasi ini adalah salah satu sistem irigasi paling otomatis dari semua sistem irigasi mekanis. Sistem ini bisa dipergunakan pada berbagai jenis tanaman, di antaranya; jagung, kapas, kentang, gula bit, biji-bijian sereal, kacang-kacangan serta padang rumput. Sistem ini sangat efisien dalam proses penyiraman.
 Pivot


  1. Drip & micro
Sistem irigasi dengan volume rendah namun mampu mendistribusikan air secara merata pada lahan yang cukup luas dengan cara cukup efisien.
 Handmove
  1. Handmove
Sistem irigasi ini menggunakan sprinkler dan cocok untuk lahan tanam yang luas dengan tanaman yang sudah tertata. Sistem ini memungkinkan petani mengatur intensitas pengairan dan kelembaban tanaman dengan biaya murah. Sistem ini jauh lebih baik dibandingkan irigasi tradisional dengan cara menggenangi.
Drip and micro
  1. Big G
Seperti namanya, sistem irigasi ini menggunakan ‘senapan’ untuk  menembakkan air. Sistem ini didisain portabel bisa dipindah secara manual. Sistem ini cocok untuk tanaman yang cukup tinggi, seperti; tebu, jagung, dan buah-buahan.
Big gun

Selasa, 08 Maret 2016

LOWONGAN KERJA Mekanik Gombong


Kami jasa transportir membutuhkan segera 2 (DUA) orang tenaga kerja untuk di tempatkan di bagian :
1.     MEKANIK MOBIL
2.     HELPER MEKANIK
Persyaratan :
·        Pendidikan Minimal STM/SMK Otomotif
·        Pengalaman dibidangnya 3 tahun
·        Jujur,ulet, dan pekerja keras
·        Fasilitas  BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan
·        Siap bekerja dalam tim
·        Lebih diutamakan yang menguasai mesin diesel

Bagi yang berminat segera kirimkan lamaran ke CV HASTA KARYA Gombong dan disertai nomor telepon yg bisa dihubungi.

Kirimkan Lamaran lengkap via POS ke alamat :
CV HASTA KARYA
Jl. Yos Sudarso no 460 (depan bengkel Kene Bae)
Gombong - Kebumen

Lamaran ditunggu sampai dengan tanggal

31 Maret 2016

Rabu, 20 Januari 2016

Es Krim Bayam

Apakah anda sudah pernah mencoba es krim bayam? Es krim dengan bahan utama bayam ini pasti sangat sehat. Selain karena kandungan vitamin yang  cukup tinggi, bayam juga kaya akan zat besi. Pembuatannya mudah dan cita rasanya lezat. Anda mau membuat? Bahan untuk pembuatan es krim bayam adalah 150 gram daun bayam, yang telah direbus, kemudian dicincang kasar, 25 gram tepung maizena, 150 cc susu kental manis, 150 cc air matang, 100 gram gula pasir, 10 gram vanili dan 1/2 sendok teh garam
es krim
Cara membuatnya juga cukup mudah. Pertama, maizena, susu, air, gula, vanili, dan garam diaduk jadi satu. Masak hingga mendidih. Masukkan bayam, aduk-aduk, jaga jangan samapi susu pecah. Angkat dan dinginkan. Setelah itu, masukkan dalam freezer selama 10 menit, lalu kocok dengan mixer hingga lembut. Masukkan kembali ke dalam freezer, kocok lagi, lakukan hal ini sekurangnya 3 kali atau sampai es krim lembut. Kemudian sajikan dalam gelas atau cone. (membuateskrim.com)

Qanat Iran, Irigasi Warisan Pertanian Dunia

Qanat adalah sistem saluran yang terdiri dari deretan sumur yang saling bersambung melalui kanal saluran bawah tanah. Qanat atau terowongan terbentuk dari sebuah lubang atau sumur terbuka, di mana sebuah saluran terowongan mendatar di bawah tanah akan menghubungkan sumur-sumur itu dalam jarak tertentu. Dalam terowongan-terowongan bawah tanah tersebut juga dibuat ventilasi dan jalan penghubung untuk perbaikan dan pengerukan.
iran
Ujung Qanat biasa disebut dengan “Madhar Qanat”, yaitu tempat keluarnya air dari jantung Qanat yang bisa digunakan untuk irigasi dan penggunaan lainnya. Di bagian akhir Qanat disebut dengan “Pishkar Qanat,” di mana bagian terakhirnya adalah “induk” sumur Qanat. Panjang sebuah Qanat mempengaruhi keefektifan dalam laju penyaluran air, namun hal itu tidak sama tergantung pada kondisi alamnya. Kondisi itu juga tergantung pada kemiringan tanah dan kedalaman induk sumur. Selain itu, jika tingkat air bawah tanah lebih rendah maka kedalaman induk sumur akan lebih besar. Faktor terpenting yang menentukan panjang Qanat adalah kemiringan tanah. Jika kemiringan tanah lebih kecil maka panjang Qanat akan lebih besar dan sebaliknya.
Melalui penemuan unik ini, kapasitas air bawah tanah dapat dikumpulkan dalam jumlah besar dan disalurkan ke permukaan tanah. Air Qanat seperti mata air alami, di mana sepanjang tahun dan tanpa alat apapun mengalir dari dalam tanah ke permukaan tanah yang sangat berguna bagi pertanian. Para peneliti meyakini bahwa  pemanfaatan Qanat bermula dari Iran pada periode Achaemenid, kemudian orang-orang Iran menularkan teknologi tersebut kepada Oman, Yaman dan Tanduk Afrika. Setelah itu, umat Islam menerapkan teknologi di Spanyol.
Qanat dan Kariz terpenting dan tertua di dunia dapat ditemukan di Iran, Afghanistan dan Tajikistan. Saat ini, Qanat telah dimanfaatkan di 34 negara dunia, namun jumlah Qanat yang aktif di Iran beberapa kali lebih banyak dibandingkan dengan keseluruhan dari jumlah Qanat di berbagai negara dunia. Jumlah Qanat di Iran yang aktif mencapai 4.000 buah. Qanat-qanat terpenting di Iran terdapat di Provinsi Khorasan, Yazd, Kerman, Markazi dan Fars. Qanat terbesar di dunia yang memiliki induk sumur terdalam terletak di kota Gonabad, Khorasan Razavi, barat laut Iran.
Qanat di Republik Islam Iran telah dimasukkan sebagai Sistem Warisan Pertanian Penting Global (GIAHS) oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Stefano Giorgi, anggota Komite Ilmiah dan Pelaksana Warisan Pertanian Global mengatakan, “Qanat di Iran yang berumur beberapa ribu tahun adalah sumber air pertanian terpenting di berbagai wilayah padang pasir, dan sistem tersebut di sejumlah kota Iran seperti Kashan, sungguh menakjubkan.” (indonesian.irib.ir)

Petani Jepang Pakai ‘Cloud Computing’

Para petani di Jepang sudah mulai memanfaatkan teknologi canggih untuk mengembangkan hasil panen mereka. Tidak tanggung-tanggung, sejumlah sensor diletakkan untuk menjaga tanaman mereka. Fungsi sensor tersebut bermacam-macam. Ada yang dibuat untuk mendeteksi tingkat kelembaban, prediksi hujan, dan lainnya. Semua itu disatukan dalam satu sistem yang bisa dipantau melalui smartphone dan tablet PC.
jelajah arsip
Data yang dihasilkan oleh sensor tersebut kemudian diolah oleh Fujitsu melalui perangkat khusus. Kemudian data tersebut disimpan dalam data komputasi (Cloud Computing) agar para pengguna bisa mengakses dari mana pun dengan menggunakan komputer rumah, tablet PC, atau bahkan smartphone. Sistem tersebut dibuat oleh Fujitsu, dan sudah mulai digunakan oleh Fukuhara, Shinpuku Seika, Aeon Agri Create dan Sowakajeun. Semua itu adalah lembaga pengelola kegiatan pertanian yang beroperasi di Jepang. “Kami mengerti bagaimana pentingnya peran ICT dalam pertanian. Teknologi ini bisa dipakai untuk menjaga kualitas hasil panen,” kata Masami Yamamoto, President Fujitsu Limited di sela-sela Fujitsu Forum, di Tokyo International Forum beberapa waktu lalu.
Selain bisa menjaga kualitas hasil panen, teknologi tersebut juga diklaim bisa dipakai untuk mencegah gagal panen yang biasanya diakibatkan oleh kondisi cuaca yang tak terduga. Untuk bisa ‘mencicipi’ teknologi tersebut para petani tak perlu membangun infrastruktur khusus, karena semua peralatan dan proses instalasi dikerjakan oleh Fujitsu. Biaya untuk menggunakannya juga tidak terlalu mahal. Setiap bulan penggguna dikenakan biaya mulai dari Yen 40 ribu (sekitar Rp 3,8 juta), dan biaya instalasi awal sebesar Yen 50 ribu (Rp 4,7 juta).
Sementara NEC, perusahaan teknologi asal Jepang sudah lebih dulu menghadirkan layanan komputasi awan untuk sektor pertanian. Teknologi ini dapat digunakan, misalnya untuk memantau pemasaran bahan pangan, seperti sayur-mayur dan buah-buahan di pasar. Dengan sistem pemasaran seperti ini, kendala dalam alur distribusi bisa teratasi. Selain itu, penggunaan teknologi cloud computing juga bisa diterapkan pemerintah daerah untuk mengetahui total kebutuhan pangan di wilayahnya dibandingkan dengan sebaran penduduk dan mengatur distribusinya. Pemerintah juga bisa menggunakannya sebagai pasar online.
Salah satu sektor agrikultur yang bisa mengadopsi layanan komputasi awan adalah perusahaan perkebunan, seperti sawit atau karet. Perusahaan itu bisa menggunakan teknologi ini untuk memantau perkembangan tanaman dan mengetahui ketersediaan bahan baku.  Solusi agrikultur ini bisa digabungkan dengan solusi manufacturing dalam proses pengolahannya.(detik.com/ Tempo.com)